Menapak Kaki di Masa Depan
Menapak Kaki di Masa Depan Rindu berpijak bebas, kini kaki hanya melangkah di jeruji besi. Kubuka jendela duniaku yang hanya terlihat senandung irama yang kian hari tiada ubah. Aku lalai dan pintuku terasa cepat dibekukan. Ku diantar dimana tak terpintas dalam benak hati. Aku menganalogikan hidupku ditahan di sel sel yang gelap. Kini aku belajar di tempat binaan-binaan yang mungkin kukatakan aku adalah lahir baru. Kehidupan dihadapkan dengan mereka-mereka pengayom di masa hidup di sel-sel gelap ini. Siapakah tuan yang dapat membebaskan ku?. Waktu adalah jawaban yang terus berputar. Orang bebas banyak tuntutan dan kini aku tak dapat seperti kicauan burung yang berteriak di atas udara. Aku ingin pulang, Ingin kuubah semua. Lalaiku ingin kumatikan. Lalu aku hidup di atas pelangi yang tetap bersinar. Masihkah itu mungkin terjadi?. Yang kutahu Sang Pencipta tidak pernah menutup hati untuk manusia seperti diriku. Aku ingin kembali dimana semula keberadaanku. Bagaima...