Postingan

Menampilkan postingan dari 2018
KELUARGAKU IDOLAKU YANG MEMBAWAKU MENAPAK KAKI DI MASA DEPANKU LEWAT PENDIDIKAN           Tidak ada orang tua yang tidak sayang kepada anaknya. Tetapi yang sering terjadi orang tua sering lalai dalam menjalankan tugasnya untuk memberi perhatian dan tanggung jawab kepada anaknya khususnya dalam peningkatan mutu Pendidikan anak.   Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan anak melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan mutu kehidupan setiap anak hingga dewasa. Namun pada kenyataannya Sebanyak 37,25% anak di perkotaan dan pedesaan berumur antara 7 hingga 17 tahun tidak sekolah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, selain faktor tidak ada biaya, terdapat alasan lain yang mengakibatkan anak putus sekolah. Pertama, ...

Menapak Kaki di Masa Depan

Menapak Kaki di Masa Depan Rindu berpijak bebas, kini kaki hanya melangkah di jeruji besi. Kubuka jendela duniaku yang hanya terlihat senandung irama yang kian hari tiada ubah. Aku lalai dan pintuku terasa cepat dibekukan. Ku diantar dimana tak terpintas dalam benak hati. Aku menganalogikan hidupku ditahan di sel sel yang gelap. Kini aku belajar di tempat binaan-binaan   yang mungkin kukatakan aku adalah lahir baru. Kehidupan dihadapkan dengan mereka-mereka pengayom di masa hidup di sel-sel gelap ini. Siapakah tuan yang dapat membebaskan ku?. Waktu adalah jawaban yang terus berputar. Orang bebas banyak tuntutan dan kini aku tak dapat seperti kicauan burung yang berteriak di atas udara. Aku ingin pulang, Ingin kuubah semua. Lalaiku ingin kumatikan. Lalu aku hidup di atas   pelangi yang tetap bersinar. Masihkah itu mungkin terjadi?. Yang kutahu Sang Pencipta tidak pernah menutup hati untuk manusia seperti diriku. Aku ingin kembali dimana semula keberadaanku. Bagaima...

Hidup dan Pilihan

Tali-Tali Kehidupan yang Menjerat Kehidupan, yah.. inilah kehidupan. Lalu lalang kendaraan, polusi, serta suara-suara gemuruh dari setiap orang, Hari demi hari jam demi jam bahkan detik demi detik kita selalu berjalan di sepanjang jalan. Ada berbagai kisah kehidupan di setiap diri manusia. Ada saat dimana seseorang akan mengalami sukacita dan ada saat seseorang mengalami dukacita. Tanpa duka seseorang tidak akan mengerti bagaimana untuk bertahan dari cobaan. Tuhan memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih apakah akan   berjuang dalam hidup atau menyerah. “Nia, mulai hari ini kau harus sukses, harus lebih baik dari yang kemarin” tegasku dalam hati. Dimulai dari rasa kecemasan belakangan ini, aku sempat berdiam diri di kamarku. Sempat terlintas di benakku sebelumnya bagaimana bisa melewati dan meraih sukses itu. Hari ini tepat pengumuman jalur undangan dari sekolah untuk bisa masuk Universitas idamanku “UGM atau USU” jurusan Hukum tentunya. Aku mulai deg-degan untuk mener...