CAHAYA KASIH IBU



CAHAYA KASIH IBU
Seorang ahli mitologi gemilang, yakni joseph Campbell mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih heroic daripada seorang ibu. Sejak saat kita melangkahi ambang kehidupan, kita bersandar pada mata air ibu kita untuk mendapatkan asupan dan asuhan bagi pemenuhan kebutuhan fisik dan emosi kita yang paling dasar. Sebuah kisah yang terinspirasi dari seorang anak bernama Robby memiliki harapan bisa memainkan piano untuk ibunya. Robby adalah seorang anak yang berusia 11 tahun. Ketika Robby mendaftar les piano, gurunya tidak dapat percaya bahwa Robby bisa bermain piano. Guru les piano tersebut lebih yakin pada murid di bawah umur 10 tahun untuk bisa belajar piano. Namun Robby terus meyakinkan guru tersebut agar Robby bisa diajari dengan mengatakan bahwa Robby ingin memainkan piano untuk ibunya. Dan pada akhirnya demi alasan untuk sosok ibu,  maka guru itu bersedia menjadikan Robby menjadi murid nya. Memang benar bahwa Robby tidak mengerti dengan nada dan irama, namun demikian Robby terus berusaha mempelajari nya. Robby selalu berkata bahwa dia bisa memainkan piano dan suatu hari nanti ibunya akan mendengarkan Robby bermain piano. Itu adalah perkataan yang tulus dan penuh harapan, bukan perkataan kosong belaka.
Guru les Robby tetap tidak yakin bahwa Robby bisa memainkan piano dengan baik. Hingga guru les Robby menyerah dalam mengajari nya dikarenakan kemampuan Robby memainkan piano sangat kurang. Lalu setelah beberapa minggu mengikuti les, akhirnya Robby tidak bisa datang untuk les piano. Saat itu Robby tidak datang untuk belajar piano karena ibu nya sakit dan tidak ada yang mengantarkannya ke tempat les. Namun kemauan Robby untuk bisa memainkan piano tidak berhenti di situ, Robby tetap belajar piano di rumah. Kemudian Beberapa minggu setelah itu, guru les Robby mengirimkan brosur pertunjukan music. Robby mendapatkan brosur tersebut. Robby datang menemui guru les nya, dan berkata bahwa dia akan ikut. Guru les tersebut tidak mengizinkannya, karena takut Robby akan mengacaukan pertunjukan tersebut. Namun karena kegigihan Robby, guru les tersebut mengizinkannya. Guru les piano tersebut membuat Robby pada urutan terakhir, karena guru tersebut menganggap Robby hanya akan membuat keburukan. Semua orang tua datang untuk melihat pertunjukan itu. Setelah giliran teman-teman Robby selesai, Robby akhirnya tampil.
Dia tampil dengan baju yang kusut, dan rambutnya seperti baru diacak-acak. Robby seperti tidak ada yang merawat di hari special nya. Guru les tersebut berpikir mengapa ibu nya tidak membuat penampilan nya rapi. Akhirnya setelah giliran Robby tiba. Ia menarik kursi piano dan memulai. Dia memilih memainkan Mozart Concerto#21 in C Major. Chord ini hanya bisa dimainkan orang-orang yang bertalenta dan berpengalaman. Beberapa saat kemudian, seisi ruangan hening dan kagum mendengar suara piano Robby. Jarinya bergerak ringan di atas tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Ia berpindah dari pianissimo ke fortissimo, dari allegro ke virtuoso. Saat itu penampilan Robby sangat bagus. Setelah Robby selesai memainkan nya guru les piano Robby naik ke panggug dan memeluk Robby. Dia heran bagaimana Robby bisa melakukan hal itu. Dan guru les tersebut bertanya pada Robby bagaimana dia bisa memainkan piano sebagus itu. Robby menjawab dengan pengeras suara. Bu handorf, apakah ibu masih ingat saat saya mengatakan bahwa ibu saya sakit? Ibu saya sakit kanker, ibu saya juga tuli sejak lahir. Dan pagi ini dia meninggal. Jadi hari inilah ia pertama kali mendengar saya bermain piano karena saya percaya bahwa sekarang ibu berada di surga, dan mendengarkan saya. Itulah yang membuat saya termotivasi bermain secara khusus. 
Dari kisah Robby membuktikan betapa sosok seorang ibu sangat berharga. Berbaktilah pada ibu dan manfaatkanlah setiap momen bersama ibu. Harapan Robby yang sangat kuat untuk bermain piano demi ibunya walaupun kematian akhirnya memisahkan Robby dari ibu nya. Robby sungguh mencintai ibunya. Robby tidak menyerah memainkan piano walau telah mengetahui bahwa ibunya telah meninggal, dia percaya bahwa Tuhan akan mengizinkan ibunya mendengar suara piano Robby dari surga. Dari kisah ini kita yang masih memiliki ibu harus lebih dari Robby. Bagaimanapun keadaan sosok ibu, kita harus menjaganya. Harapan Robby yang begitu kuat dapat memainkan piano untuk ibunya, walau pada kenyataan nya Ibu Robby tidak dapat melihat Robby bermain piano secara langsung. Sesungguhnya saat itu Robby berhak kecewa atas peristiwa dimana dia bisa memainkan piano tetapi ibunya telah dipanggil Sang Pencipta. Namun Robby tetap kuat, dan menepati janjinya pada ibu nya, bahwa dia akan memainkan piano untuk ibu nya sekalipun kematian memisahkan mereka. Jika kita renungkan sekarang ini, banyak anak kurang bersyukur akan kehadiran sosok ibunya. Menyesal karena terlahir dari ibu yang miskin. Tuhan menciptakan seorang ibu bukan untuk disesali, tetapi untuk  dijaga dan dihormati. Alangkah bahagianya seorang ibu jika anaknya menjadikan ibunya sebagai inspirasi dalam hidup nya. Mungkin ibu tidak dapat memberikan setiap permintaan anaknya, tetapi percayalah dia selalu berdoa sekiranya Tuhan memberikan dan mengabulkan permintaan anaknya. Tetaplah berbakti pada ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

PENDIDIKAN