KELUARGAKU IDOLAKU YANG
MEMBAWAKU MENAPAK KAKI DI MASA DEPANKU LEWAT PENDIDIKAN
Tidak ada orang tua yang tidak sayang
kepada anaknya. Tetapi yang sering terjadi orang tua sering lalai dalam
menjalankan tugasnya untuk memberi perhatian dan tanggung jawab kepada anaknya khususnya
dalam peningkatan mutu Pendidikan anak. Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah usaha sadar untuk
menyiapkan anak melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi
peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan menjadi salah satu
faktor untuk meningkatkan mutu kehidupan setiap anak hingga dewasa. Namun pada kenyataannya
Sebanyak 37,25% anak di perkotaan dan pedesaan berumur antara 7 hingga 17 tahun
tidak sekolah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Data Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, selain faktor
tidak ada biaya, terdapat alasan lain yang mengakibatkan anak putus sekolah. Pertama,
bekerja atau mencari nafkah sebesar 15,06%. Kedua, menikah atau mengurus rumah
tangga sebesar 7,52%. Ketiga, merasa pendidikan cukup sebesar 4,90%. Keempat, malu
karena ekonomi sebesar 2,11%. Kelima, sekolah jauh 3,10%. Dan keenam, cacat
atau difabilitas 4,56%.
Hal ini berdampak terhadap kemajuan
suatu bangsa karena kehilangan hampir setengah generasi muda yang akan
meneruskan cita-cita bangsa. Oleh karena itu peran keluarga sangatlah penting
untuk mencegah putusnya sekolah anak-anak. Namun tidak berhenti pada keluarga peran
dari masyarakat serta pemerintah juga menjadi pedoman penting dalam
meningkatkan semangat dan niat anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan kearah
yang lebih baik. Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dijelaskan
bahwa setiap Anak berhak memperoleh
pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat
kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat.
Setiap
anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak baik dari keluarga atau
pemerintah. Mendapatkan perlindungan dari lingkungan yang buruk serta berhak
memperoleh kemajuan ilmu pengetahuan. Keluarga khususnya Orang tua sudah
seyogianya memahami tanggung jawabnya terhadap anak. Orang tua harus memiliki
kemampuan dalam mendidik anak sehingga nilai seorang anak terbentuk. Pribadi
seorang anak terbentuk karena figur dari orang tua. Orang tua baik maka anak
sudah tentu baik. Karena itu orang tua harus mampu menanamkan komitmen yang
baik terhadap anak.
Kenyataannya,
dalam keluarga sering sekali terjadi
kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan psikis anak terancan.
Kekerasan dalam keluarga menjadi penghambat anak untuk maju. Dilanjut orang tua
yang sibuk terhadap pekerjaan dan mengabaikan aktivitas keseharian anak. Orang
tua yang punya waktu untuk anak namun ekonomi kurang dan mengakibatkan anak
menjadi malas.
Oleh
karena itu pemikiran anak harus dibentuk sejak dini, karakter serta moral harus
dibenahi dari dalam keluarga. Mengajarkan anak tentang bagaimana menerima
setiap kondisi dimana anak lahir. Dengan waktu yang diberikan orang tua untuk
mengajarkan anak tentang nilai kehidupan akan membawa pengaruh positif terhadap
diri seorang anak. Dengan adanya bimbingan dari orang tua terhadap pembentukan
karakter anak maka akan membawa anak ke
hal yang lebih baik
Karena
itu perlindungan terhadap keluarga memang seharusnya dimayoritaskan. Karena
pada dasarnya setiap orang terbentuk berawal dari keluarga. Hal yang harus
dilakukan untuk keluarga adalah adanya kolaborasi antara pemerintah dan
keluarga. Pemerintah dapat melakukan sosialisasi bagaimana untuk mengasuh anak
yang sebenarnya. Bagaimana untuk mencegah putusnya sekolah anak dalam sebuah
keluarga. Menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penghalang anak untuk
sekolah. Dengan adanya perhatian dari pemerintah kepada keluarga dapat memberi
pembelajaran kepada setiap orang tua
Indonesia
merupakan penduduk terpadat di dunia menduduki urutan ke-4. Fakta ini membuat
sulitnya pemerintah menjangkau setiap keluarga yang ada di Indonesia, Hal ini seyogianya harus dituntaskan bagaimana
agar pemerintah mampu menjangkau setiap keluarga di daerah yaitu dengan
melakukan kerja sama terhadap pemerintahan setiap daerah. Tidak hanya sebatas
menjalin kerja sama namun didasari dengan pelaksanaan nyata. Komunikasi adalah
hal paling utama untuk mampu mengetahui bagaimana kondisi setiap keluarga
dimanapun berada. Keluarga Indonesia harus menjadi keluarga yang sejahtera. Keluarga
yang mampu memberikan kontribusi terhadap negara lewat peningkatan mutu
pendidikan anak.
Oleh :
Lamria Hotmaida Pasaribu
Komentar
Posting Komentar