Toleransi Agama


MAKNA TOLERANSI AGAMA


A. Pengertian Toleransi Agama

Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup dalam sebuah masyarakat yang komplek akan nilai karena terdiri dari berbagai macam agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi. Toleransi artinya menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang lain berpendapat, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memilki pendapat yang berbeda. Sikap toleransi sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat seperti halnya dalam kehidupan beragama. Toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati terhadap pemeluk agama lain, tidak memaksa mereka mengikuti agamanya dan tidak mencampuri urusan agama masing-masing. Manusia sebagai makhluk sosial tidak pernah dapat hidup sendirian, ia membutuhkan hubungan dengan orang lain dalam maupun antar kelompok masyarakat. Dalam masyarakat prularisme seperti di Indonesia hubungan-hubungan antar kelompok masyarakat yang berbeda agama tidak bisa dihindarkan. Karena itu pemahaman tentang pola hubungan antar umat beragama sangat penting sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Manuisa sebaiknya mengenal dan bersedia untuk bergaul dengan pemeluk agama yang berbeda dengan agamanya. Agama sebagai sesuatu yang mendasar dalam kehidupan seseorang seringkali menjadi kendala dalam hubungan antar masyarakat yang berlainan agamanya, sehingga terjadi konflik antara pengikut suatu agama dengan agama lainnya. Dan hal ini mengakibatkan tertutup nya interaksi antara umat agama yang satu dengan yang lainnya. Pada hal seharusnya perbedaan agama itu harus dapat kita mengerti dan terima karena Tuhan menciptakan setiap manusia itu dengan berbeda-beda dan memiliki kepribadian yang berlainan namun semua itu adalah sama di hadapan Sang Pencipta dan merupakan ciptaan-Nya yang mulia.
Bila seseorang tidak memiliki agama, maka manusia tak dapat hidup sehat, juga tidak dapat memberikan pengabdiannya yang bermanfaat kepada umat manusia, dia akan asyik memikirkan kesejahteraan hidupnya sendiri, atau akan berubah menjadi robot tak bernyawa yang meraba-raba dalam gelap dan tak tahu tugasnya berkenaan dengan masalah moral dan sosial dalam hidup ini. Penting untuk dicatat bahwa keyakinan religious lah yang dapat mengubah manusia menjadi mukmin sejati, dan sanggup mengendalikan egoismenya berkat pengaruh kuat suatu doktrin dan ideology. Keyakinan religius menciptakan dalam diri seseorang suatu kepatuhan total. Tak seorang manusia pun yang seorang diri dapat memenuhi kebutuhannya. Dalam hidup ini mutlak diperlukan kerja sama. Harus ada give and take (saling memberi dan menerima). Kehidupan sosial dapat dikatakan baik kalau semua individunya menghormati hak masing-masing, memperlihatkan rasa bersahabat terhadap satu sama lain, dan menganggap suci keadilan. Dalam masyarakat yang sehat, setiap orang menghendaki untuk orang lain apa yang dikehendaki untuk dirinya dan tidak menghendaki untuk orang lain apa yang tidak dikehendaki untuk dirinya. Semua individu seyogianya saling percaya, dan dasar dari saling percaya adalah kualitas spiritual mereka. Setiap orang sebaiknya turut merasa bertanggung jawab terhadap masyarakatnya, juga memperlihatkan kualitas ketakwaan dan kebajikan ketika sendirian maupun ketika berada di tengah masyarakat, dan berbuat baik kepada orang lain dengan tulus.

B. Hubungan Antar Umat Beragama

Hubungan antara sesama manusia digambarkan sebagai hubungan yang tak terpisahkan seperti halnya anggota dalam satu tubuh yang saling berhubungan dengan anggota tubuh lainnya. Agama ditujukan untuk manusia dengan segala keberagamannya. Dalam masyarakat sekarang ini hubungan antar para pemeluk agama yang berbeda-beda tidak bisa dihindarkan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Adanya perbedaan agama tidak seharusnya sebagai penghalang dalam kaitan sosial kemanusiaan. Bahkan seyogianya para umat beragama dituntut untuk menampilkan perilaku yang baik. Dalam hubungan dengan umat beragama lain hendaklah para umat beragama tetap menjaga kenyakinannya, tetap saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing. Penghormatan terhadap orang lain yang berbeda agama pada dasarnya merupakan wujud dari kasih sayang terhadap sesama manusia. Kasih sayang pada dasarnya merupakan prinsip dasar dari ajaran agama yang mendorong umatnya agar terus menerus mengembangkan dan menebarkan rahmat kepada seluruh manusia bahkan kepada alam secara keseluruhan. Adanya rasa kasih sayang akan membentuk hubungan yang akrab, saling mengasihi, dan saling memberikan perhatian. Sehingga akan terlihat suatu kelompok masyarakat yang penuh dengan kasih sayang. Landasan keimanan yang kuat serta erat akan membentuk sikap adil dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada pada pendapat dan perilaku orang lain. Sebab berbeda pendapat dan sikap adalah hak seseorang. Perbedaan pemahaman pada dasarnya adalah wajar dan manusiawi. Karena itu perbedaan harus disikapi secara wajar sebagai konsekuensi kemanusiaan, bahkan perbedaan itu dipandang sebagai dinamika yang akan menjadi rahmat bagi setiap manusia. Dengan demikian sikap toleransi beragama hendaklah diwujudkan agar kehidupan umat beragama dapat terealisasi dengan damai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

PENDIDIKAN

CAHAYA KASIH IBU